in

10+ Persiapan Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

sunset ge4a41d44e 1280

Persiapan sebelum menjalani program bayi tabung (IVF) harus dilakukan pasangan suami isteri jika ingin program memiliki keturunan yang mereka jalani ini berhasil. Pada umumnya, pasangan yang akan menjalani program bayi tabung memiliki pengetahuan yang minim tentang seluk beluk tentang program usaha memiliki keturunan ini.

Program bayi tabung sendiri merupakan program hamil dengan cara menyatukan sel sperma suami dengan sel telur isteri di laboratorium. Penyatuan yang dilakukan di luar rahim ini  nantinya akan membentuk embrio. Lalu, di hari ketiga atau kelima, embrio tadi akan dipindahkan ke dalam rahim ibu, yang nantinya diharapkan embrio akan menempel dan berkembang di rahim ibu sehingga terjadinya kehamilan.

Agar program bayi tabung (IVF) berhasil, perlu beberapa persiapan dari pasangan, baik suami maupun isteri.

Persiapan Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung:

Program bayi tabung merupakan sebuah program yang sangat panjang dibandingkan dengan program kehamilan lainnya. Perlu persiapan yang matang untuk mengahadapinya. Di program bayi tabung ini hampir setiap hari pasangan akan bolak balik datang ke rumah sakit atau klinik untuk pemeriksaan laboratorium, konsultasi, dan tentu saja melakukan suntik hormon. Butuh kesiapan fisik, mental, dan finansial dalam menjalani program bayi tabung ini.

Berikut ini adalah 10 persiapan sebelum menjalani program bayi tabung yang wajib Anda persiapkan:

1. Gaya Hidup Sehat:

Sebelum menjalani program bayi tabung, sebaiknya terapkan gaya atau pola hidup sehat tiga bulan sebelum menjalani program bayi tabung. Hal ini dilandasi oleh sel telur yang dilepas oleh ovarium pada bulan ini sudah dipersiapkan ovarium tiga bulan sebelumnya.

Jadi penting bagi kita untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti: memilih makanan sehat, rajin berolahraga, istirahat dan tidur yang cukup (7-8 jam sehari), dan hindari stres yang berlebihan.

2. Komsumsi Makanan Sehat:

Persiapan sebelum menjalani program bayi tabung berikutnya adalah mengkomsumsi makanan yang sehat buat program IVF. Kurangi karbohidrat, khususnya produk dari nasi putih maupun gandum. Ganti produk tersebut dengan alternatif yang lebih sehat, seperti: beras merah atau oatmeal.

Selain itu komsumsi juga banyak buah dan sayur. Kalau bisa pilih buah dan sayur yang organik dan NON GMO produk. Hindari makanan yang processed food, seperti: makan fast food, minuman kaleng, makanan berpengawet, maupun mie instan.

fruit gf694a0a54 1280

3. Rutin Berolahraga dan Istirahat Yang Cukup:

Bukan rahasial lagi jika rutin berolahraga dan istrirahat yang cukup baik untuk kesehatan reproduksi kita, baik itu untuk suami maupun istri. Lakukan olahraga minimal tiga kali dalam seminggu selama satu jam.

Istirahat atau tidur harus terpenuhi diantara tujuh sampai delapan jam sehari. Tidur di awal malam (sekitar jam 20.00) lebih baik dibandingkan tidur di atas jam 23.00 malam.

4. Hindari Menggunakan Produk Mengandung Bisphenol A

Ini merupakan salah satu persiapan sebelum menjalani program bayi tabung berikutnya, dimana produk mengandung BPA terdapat dalam produk plastik, seperti: botol minuman, tempat makan, maupun struk ATM.

Menyikapi ini, Anda bisa mengganti produk di rumah Anda yang terbuat dari plastik dengan produk yang bebas BPA atau bisphenol seperti: kaca maupun dari aluminium.

5. Memakai Produk Yang Bebas Phthalates , Bebas Fragrance, dan Bebas Paraben:

Phthalates merupakan salah satu zat kimia yang membuat bahan plastik lunak dan fleksibel, seperti: parfum, cat kuku, hair spray, sabun, shampoo, pelembab kulit. dll. Jadi sebelum mengikuti program bayi tabung, tiga bulan sebelumnya Anda harus berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda perihal produk apa saja yang bebas phtlates.

Fragrance sering terlihat dalam kemasan produk kecantikan untuk kulit. Produk fragrance bisa ditemukan di skincare atau bodycare. Untuk itu sebelum membeli produk tersebut, cek dulu bahwa produk yang kalian beli bebas fragrance.

manicure g19e5b4009 1280

Paraben merupakan jenis bahan pengawet yang sudah dipakai dalam produk perawatan kulit dan kecantikan. Sama seperti fragrance dan phthalates, sebelum membeli produk kecantikan sebaiknya cek dulu bahwa produk tersebut bebas paraben.

6. Komsumsi Multivitamin:

Ya, ini adalah persiapan sebelum menjalani program bayi tabung berikutnya. Perlu diingat sebelum mengkomsumsi multivitamin ini sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda. Adapun multivitamin yang baik untuk dikomsumsi untuk persiapan program memiliki keturunan adalah: folid acid dengan dosis 800 mg perhari untuk mengurangi resiko lahir cacat pada anak, dan prenatal multivitamin. Selain itu, komsumsi juga Coenzyme Q10, dimana produk ini diyakini meningkatkan kualitas sel telur.

DHEA supplemen juga disarankan untuk dikomsumsi. Dimana produk ini meningkatkan kesuburan bagi wanita dengan kualitas sel telur yang kualitasnya kurang baik.

Baca Juga: Apakah Bayi Tabung Dari Sperma Orang Lain?

7. Akupuntur:

Sebelum tiga bulan sebelum menjalani program bayi tabung persiapkan diri dengan akupuntur kesuburan. Pasangan suami isteri bisa mengikuti akupuntur ini.

8. Cek Kadar Vitamin D dan Kadar Thyroid:

Sebelum menjalani program bayi tabung, pastikan Anda sudah mengecek kadar vitamin D dan kadar thyroid ini. Vitamin D berperan dalam mengatur siklus reproduksi wanita dan membantu pematangan sel telur.  Sedangkan kadar hormon thryoid yang terlalu tinggi dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin dalam kandungannya.

Baca Juga: Cara Mengetahui Grade Embrio Bayi Tabung

9. Pastikan Anda Ikut Short Protocol Atau Long Protocol:

Sebelum mengikuti program bayi tabung sebaiknya Anda sudah tahu apa itu program short protocol dan long protocol pada bayi tabung.

Program long protocol pada program bayi tabung adalah tindakan yang mempersiapkan pasangan suami istri dalam jangka waktu tertentu sebelum mengikuti program bayi tabung agar presentase keberhasilan program bayi tabungnya meningkat. Persiapannya berupa pemberian sejumlah obat maupun suntikan kepada pasangan. Sedangkan program short protocol tidak mempersiapkan pasangan dalam jangka waktu tertentu, tapi langsung menjalani program bayi tabung atau IVF.

Jika short protocol pematangan sel telurnya dirangsang menggunakan suntikan hormon, maka pada program long protocol pematangan sel telurnya dirangsang dengan obat sesuai siklus. Itulah sebabnya short protocol waktu yang diperlukan lebih pendek (sekitar satu bulan), dibandingkan dengan program long protocol yang memakan waktu cukup lama (sekitar dua siklus haid).

10. Persiapkan Waktu, Fisik, Dan Finansial

Program bayi tabung membutuhkan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar satu bulan lamanya. Bagi Anda yang berkerja, aturlah jadwal cuti Anda dengan sebaik-baiknya. Selain waktu, fisik juga perlu dipersiapkan, mengingat program bayi tabung ini mengharuskan kita bolak balik rumah sakit.

Bukan rahasia lagi, jika program IVF membutuhkan uang tidak sedikit. Sebelum menjalani program bayi tabung sebaiknya Anda mengecek berapa biaya yang dibutuhkan untuk menjalani program bayi tabung di rumah sakit atau klinik pilihan Anda. Mengingat masing-masing rumah sakit atau klinik memiliki range harga yang berbeda-beda.

Bagi Anda yang berada di luar kota, perlu menyiapkan dana yang lebih banyak untuk menjalani program bayi tabung ini. Hal ini dikarenakan Anda dan pasangan harus membayar tiket pesawat bolak balik, biaya makan, penginapan, dan transportasi selama menjalani program bayi tabung.

 

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.