in

Mengapa Pasien Jantung Tidak Boleh Minum Banyak Air?

human body gaef9a0be3 1280

Pasien jantung tidak boleh minum banyak air? Begitulah yang sering kita dengar. Timbul pertanyaan mengapa pasien jantung dilarang untuk minum banyak air? Padahal seperti kita ketahui 80% tubuh manusia terdiri dari air dan kita dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas sehari, apakah tidak berbahaya membatasi cairan pasien jantung tersebut? Lalu, bagaimana kebutuhan cairannya jika dibatasi?

Jantung bengkak atau kondisi gagal jantung adalah kondisi dimana terjadinya gangguan pada fungsi jantung sehingga jantung tidak bisa menjalankan fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh seperti biasanya. Dengan keadaan ini, darah atau cairan yang tidak terpompa akan menumpuk di tubuh. Penumpukan cairan ini akan menyebar di seluruh pembuluh darah sehingga terjadi pembengkakan, kenaikan berat badan, dan sesak nafas.

Baca Juga: Ciri Dan Penyebab Penyakit Jantung di Usia Muda

Itulah sebabnya mengapa pasien jantung tidak boleh minum banyak air atau dengan kata lain pasien jantung harus mengontrol pemasukan cairan yang masuk dalam tubuhnya. Mengapa? Karena pemasukan cairan dari luar (minum dan makan makanan yang mengandung cairan) dapat berperan serta meningkatkan cairan di dalam tubuh. Kelebihan cairan pada pasien gagal jantung akan mempengaruhi organ ginjal.  Jika jantung mengalami gangguan memompa darah, organ ginjal tidak dapat membuang air yang berlebihan yang menumpuk di tubuh kita melalui pembuangan urin. Jadi dengan minum banyak air akan menambah penumpukan cairan dalam tubuh yang menyebabkan pembengkakan di beberapa organ tubuh seperti paru-paru, perut, dan kaki.

Jika pasien jantung tidak boleh minum banyak air, lalu bagaimana kebutuhan cairannya? Dalam hal ini memang benar air merupakan komponen terbesar dari tubuh, tapi dibeberapa kasus, kita harus melihat segi manfaat dan kerugiannya. Pada kasus penyakit jantung ini, kerugian mengkomsumsi banyak air lebih besar dari pada manfaatnya.

human body gaef9a0be3 1280
Pasien Jantung Tidak Boleh Minum Banyak Air

Dimana tujuan membatasi cairan yang masuk dalam tubuh pasien jantung adalah: untuk menurunkan beban kerja jantung, untuk mengurangi pembengkakan atau edema pada tubuh, dan untuk mencegah timbulnya sesak nafas.

Pasien jantung yang tidak boleh minum banyak air adalah untuk pasien gagal jantung, penyakit katup jantung, atau orang yang habis kena serangan jantung.

Pasien jantung tidak boleh minum banyak air ini bukan berarti yang dibatasi adalah air putih saja, melainkan batasi semua cairan yang masuk ke dalam tubuh pasien gagal jantung, seperti: air jus, makanan yang mengandung air tinggi (seperti buah-buahan tertentu), kuah, es krim, susu, sari buah, jelly, sup, dll.

Bicara masalah jumlah cairan yang bisa dikomsumsi disesuaikan dengan individu, umumnya tidak melebihi 1,5 liter sampai 2 liter perhari. Bagi pasien gagal jantung, kebutuhan cairan dapat dihitung dengan cara berikut:

Menghitung Kebutuhan Cairan Bagi Pasien Gagal Jantung:

Rumusnya: untuk pria (30 cc/kgBB/hari) dan untuk wanita (25 cc/kgBB/hari). Pasien gagal jantung perlu pembatasan cairan dengan komsumsi 70%-80% dari kebutuhan cairan orang sehat perhari.

Contoh cara melakukan perhitungan kebutuhan cairan untuk pasien gagal jantung:

  • Pasien wanita dengan berat badan 70kg.
  • Kebutuhan cairan normal per hari yaitu: 25cc x 70kg = 1.750ml per 24 jam.
  • Pembatasan cairan perhari(dengan gagal jantung) yaitu: 70% – 80% x 1.750ml = 1.225ml sampai 1.400 ml.
  • Kesimpulannya adalah pasien gagal jantung di atas diperbolehkan mengkomsumsi cairan sejumlah 1.225 ml sampai dengan 1.400 ml.

doctor ge262e0e81 1280

Jika pasien masih kehausan dengan komsumsi cairan di atas, disarankan untuk berkumur agar rasa haus berkurang. Umumnya rasa haus itu adalah haus pada rongga mulut sampai ke tenggorokan, tapi sebenarnya badan kita tidak sedang haus.

Selama air urine lancar dan berwarna bening artinya tubuh kita tidak kekurangan cairan.

Menghitung Target Keluaran Urine Perhari:

Selain mengetahui berapa cairan yang masuk ke dalam tubuh dalam sehari, kita juga harus tahu berapa banyak cairan yang harus dikeluarkan dari tubuh (urine). Gunanya adalah agar ada keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Adapun rumus target keluaran urine perhari yaitu: > 1cc x BB x 24 jam. Jika kita ambil contoh pasien di atas, seorang wanita yang berat badannya 70 kg, maka = >1cc x 70kg x 24 jam = 1.680 ml per 24 jam.

Sebaiknya masuk dan keluarnya cairan tubuh selama sehari dicatat. Jika bingung menentukan berapa ml atau cc cairan yang masuk dan keluar, Anda bisa menggunakan gelas ukur. Bila tidak ada, Anda bisa menggunakan gelas atau botol kemasan yang biasanya tertera komposisinya untuk mengukur cairan yang akan masuk ke tubuh Anda dan keluar dari badan Anda. Dengan catatan ini, Anda jadi bisa memperkirakan berapa gelas atau botol yang berisi cairan bisa masuk tubuh Anda lagi. Dan Anda juga bisa tahu berapa keluaran urine Anda setiap harinya.

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.