in

Jawab Tuntas! 12 Pertanyaan Yang Paling Sering Diajukan Seputar Program Bayi Tabung!

couple g2de0380bf 640

Program bayi tabung atau IVF merupakan salah satu langkah yang dapat ditempuh dalam membantu proses kehamilan. Dimana prosedur bayi tabung ini menjadi jembatan bagi pasangan yang mengalami kesukaran memiliki anak dikarenakan adanya gangguan kesuburan.

Sejak kemunculannya, program bayi tabung banyak sekali memunculkan pertanyaan bagi pasangan yang belum memiliki keturunan. Mulai dari tahapan program bayi tabung? Berapa harga bayi tabung? Grade atau tingkatan sel telur? Apakah program bayi tabung ditanggung BPJS? Bisakah setelah bayi tabung bisa hamil normal? Apakah bayi tabung bisa melahirkan normal? Setelah embrio transfer apa harus bedrest? Sampai pada pertanyaan: apakah program bayi tabung selalu berhasil?

Untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan seputar program bayi tabung (IVF) di atas, berikut adalah jawabannya :

Bagaimana Cara Atau Tahapan Program Bayi Tabung:

Tahapan Ke 1 Program Bayi Tabung:

Sebaiknya ketahui dahulu apa itu program bayi tabung? Sederhananya program bayi tabung adalah sebuah program yang dilakukan kepada pasangan suami istri yang sah untuk membantu mendapatkan kehamilan. Dimana program bayi tabung ini dilakukan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dalam mendapatkan buah hati.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa program bayi tabung di Indonesia harus dilakukan pada pasangan suami istri yang sah. Dalam artian sperma yang dipakai untuk membuahi sel telur pada program bayi tabung adalah sel sperma suami dari istri yang menjalani program bayi tabung tersebut. Berbeda dengan beberapa negara lain yang membolehkan memakai sperma yang bukan pasangannya.

Tahapan Ke 2 Program Bayi Tabung (IVF):

Sesudah mengetahui gambaran tentang program bayi tabung, langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi tempat program bayi tabung dilakukan. Ada beberapa kota yang melaksanakan program bayi tabung di Indonesia, seperti: Surabaya (klinik Ferina, Morula IVF, Graha Amerta, dan Tiara Cita), Jakarta (RSAB Harapan kita, Family Fertility Center di RSIA Family Pluit, Gading Pluit, Klinik Yasmin di RSCM Kencana, Klinik Morula BIC, dan Kedoya Daya Medika), Bandung (RSIA Limijati dan Klinik Aster RSHS), Yogyakarta (Klinik Infertilitas Permata Hati dan RS Sardjito), Makassar (Rumah Sakit Awal Bros, Morula IVF).

Tahapan Ke 3 Program Bayi Tabung (IVF):

Setelah tahu lokasi program bayi tabung yang akan dituju, langkah selanjutnya adalah pendaftaran. Saat pendaftaran program bayi tabung, Anda harus memperhatikan jadwal haid. Datanglah sebelum hari pertama haid, karena jika Anda mendaftar pada saat haid ketiga dan seterusnya maka pemeriksaan tidak bisa dilakukan.

Jadi bagi Anda yang berada di luar daerah, lebih baik dihitung dengan cermat kapan biasanya jadwal haid. Usahakan sehari atau dua hari sebelum haid sudah tiba di darerah yang ingin dilakukan program bayi tabung.

couple g2de0380bf 640

Tahapan Ke 4 Program Bayi Tabung (IVF):

Selesai pendaftaran, biasanya akan dilakukan sejumlah pemeriksaan. Dimana pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kesehatan pasangan sebelum menjalani program bayi tabung. Suami dan istri dilakukan sejumlah pemeriksaan darah. Dan sang istri selanjutnya akan diperiksa kandungannya melalui pemeriksaan USG.

Baca Juga: Kelebihan Pengobatan Herbal Alami Menggunakan Ramuan Tradisional

Tahapan Ke 5 Program Bayi Tabung (IVF):

Cara selanjutnya adalah: penyuntikan penyubur bagi istri. Dimana penyuntikan ini akan berbeda dosisnya antara satu wanita dengan wanita lain tergantung hasil pemeriksaan kesuburan yang dilaksanakan diawal. Dan perlu digaris bawahi bahwa dosisnya akan berubah-ubah sesuai perkembangan sel telur hari demi hari sampai siap untuk diambil.

Bagi pasangan yang suaminya bermasalah di reproduksinya akan mendapatkan terapi sesuai dengan hasil pemeriksaan di awal (terlihat di analisis sperma).

Tahapan Ke 6 Program Bayi Tabung (IVF):

Setelah sel telur mengalami kematangan, maka tahap selanjutnya adalah ovarium pick up (OPU). Nantinya sel telur istri yang telah matang akan disatukan dengan sel sperma suami. Yang mana penyatuannya dilakukan di luar rahim atau kandungan.

Jika sang istri dilakukan OPU atau diambil sel telur matangnya di kamar operasi, maka di hari yang sama sang suami akan mengeluarkan sperma di tempat yang telah disediakan kemudian menyerahkannya ke petugas kesehatan.

Tahapan Ke 7 Program Bayi Tabung (IVF):

Setelah sel sperma dan sel telur dipertemukan, kita akan menunggu sekitar 3-5 hari, apakah sudah terbentuk embrio atau tidak. Jika sudah berbentuk embrio, maka langkah selanjutnya adalah dilakukannya embrio transfer (ET). Jadi embrio dari penyatuan sel sperma dan sel telur akan dimasukkan di rahim istri.

Tahapan Ke 8 Program Bayi Tabung (IVF):

Setelah embrio masuk ke dalam rahim Ibu, diharapkan embrio menempel dan berkembang di sana. Untuk membantu agar embrio yang sudah tertempel di rahim istri kuat, akan diberikan obat penguat kandungan yang dimasukkan di organ reproduksi istri.

Tahapan Ke 9 Program Bayi Tabung (IVF):

Setelah dua minggu embrio transfer, langkah selanjutnya adalah pembagian rapot atau dengan kata lain pengumuman program bayi tabung. Apakah program bayi tabung berhasil atau tidak.

Bila hasil HCG di bawah 5 maka bisa dipastikan Anda tidak hami, kalau HCG di atas 10 kemungkinan besar Anda hamil.

Apakah Program Bayi Tabung Mahal?

Diantara program reproduksi dalam usaha memiliki anak, program bayi tabung memang lebih mahal dibandingkan program lain. Hal ini beralasan karena program bayi tabung menggunakan teknologi canggih dan modern disertai biaya konsultasi, pengobatan, dan pemeriksaan kesehatan yang berulang.

Biaya Program Bayi Tabung
    Program Biaya Tabung Berharga Mahal?

Berapa Biaya Program Bayi Tabung?

Biaya program bayi tabung itu tergantung klinik atau rumah sakit tempat Anda melakukan program bayi tabung. Karena masing-masing klinik atau rumah sakit memiliki besaran biaya IVF yang berbeda-beda.

Sedikit gambaran, biaya program bayi tabung saat kami mengikuti program bayi tabung tahun 2019 berkisar sekitar: Rp. 60.000.000. Ini belum termasuk diet (makan) dan penginapan selama berada di Surabaya.

NB: Setiap wanita berbeda dalam dosis pemberian suntikan untuk mematangkan sel telur. Artinya tiap individu akan berbeda biaya program bayi tabungnya.

 Apakah Program Bayi Tabung Ditanggung BPJS?

Program bayi tabung tidak tertanggung BPJS.

Apakah Proses Bayi Tabung Sakit?

Sebenarnya sakit atau tidaknya suatu tindakan itu tergantung individu, karena ambang batas antara satu individu dengan individu lain pastinya berbeda. Diantara proses program bayi tabung kemungkinan besar yang dirasakan paling sakit atau nyeri adalah ovarium pick up (OPU) atau pengambilan sel telur yang sudah matang terlebih jika sang ibu memilih tidak memakai anastesi.

Selanjutnya tindakan yang kemungkinan sakit pada program bayi tabung adalah embrio transfer (ET).

Setelah Embrio Transfer Apakah Harus Total Bedrest?

Pada tahun 2011, Universidad de Valencia, Valensia, Spanyol mengatakan studi yang melibatkan 240 pasien antara usia 25 sampai 49 tahun. Dimana mereka menjalani siklus bayi tabung pertama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh 10 menit dari embrio transfer terhadap pencapaian kelahiran hidup, implantasi, dan tingkat keguguran.

Pasien kemudian dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok pertama adalah kelompok wanita yang berbaring di tempat tidur setelah embrio transfer yang dinamai dengan kelompok rest (R), dan kelompok kedua adalah kelompok wanita yang langsung bergerak dan berjalan setelah embrio transfer yang dinamai dengan kelompok non rest (NR).

Dari penelitian ini didapatkan hasil yang cukup mengejutkan yaitu:

Tingkat kelahiran pada kelompok NR jauh lebih tinggi sebesar 56,7%, sedangkan kelompok R hanya mencapai presentase sebesar: 41,6%. Selain itu kelompok NR memiliki tingkat keguguran yang rendah, yaitu sekitar 18,3%, bandingkan dengan kelompok R yang mencapai tingkat keguguran sebesar 27,5%.

Maka tidak mengherankan kalau para peneliti menyimpulkan bahwa berbaring di tempat tidur setelah embrio transfer tidak memiliki efek positif.

Apakah Boleh Jalan Setelah Embrio Transfer:

Seperti disebutkan di atas, boleh saja berjalan setelah embrio transfer. Tapi, ingat walaupun diperbolehkan hindarilah kecapean ketika berjalan.

Selain itu, ingat selalu untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan perihal tindakan yang akan Anda lakukan selama mengikuti program bayi tabung.

Grade Embrio Bayi Tabung:

Grade atau kualitas embrio terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

  1. Kualitas sel telur grade 1 (satu) atau biasa juga disebut dengan sel telur excellent. Sel telur yang utuh bentuknya dan ukurannya yang sama besar.
  2. Kualitas sel telur grade 2 (dua): biasanya ada sedikit terjadi fregmentasi atau terjadi retakan sekitar 25%.
  3. Kualitas sel telur grade 3 (tiga) atau biasanya disebut sel telur poor. Biasanya sel telur grade 3 ini banyak sekali terjadi retakan (jelek).
Program Bayi Tabung (IVF)
 Bayi Tabung Bisa Melahirkan Secara Normal

Apakah Setelah Program Bayi Tabung Bisa Hamil Normal?

Iya. Pada dasarnya program bayi tabung sama dengan proses kehamilan pada umumnya. Yang membedakan hanya proses sebelum embrio transfer dilakukan. Jadi setelah embrio transfer, kehamilan sama, baik itu melalui program bayi tabung maupun kehamilan pada umumnya. Dimana proses itu adalah embrio yang ditransfer akan menempel di rahim, lalu berkembang sesuai dengan usia kehamilan.

Apakah Bayi Tabung Bisa Melahirkan Normal?

Tentu saja bisa. Seperti dijelaskan di atas, bahwa proses kehamilan secara IVF dan umum berbeda hanya saat sebelum dilakukan embrio transfer, begitupun dengan kelahiran. Dimana melahirkan secara normal atau tidak itu tergantung kondisi janin dan ibu.

Apakah Program Bayi Tabung Itu Selalu Berhasil?

Sayangnya jawabannya adalah tidak. Data terbaru tahun 2016 menyatakan bahwa peluang keberhasilan program bayi tabung terbagi menjadi dua yang berdasarkan umur. Di grup umur di bawah 35 tahun peluang keberhasilannya adalah sebesar 35,1% dan grup diusia di atas 45 tahun hanya sekitar 6,7%.

Kenapa Program Bayi Tabung (IVF) Bisa Gagal?

Secara umum ada 6 penyebab tersering mengapa program bayi tabung gagal, yaitu: kualitas embrio yang kurang baik, respon ovarium yang buruk, usia atau umur, kegagalan implantasi, sejumlah penyakit dan stres berlebihan.

Demikianlah jawaban kami perihal 12 pertanyaan seputar program bayi tabung. Jika ada hal yang ingin ditanyakan bisa ditanyakan dikolom komentar.

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.