in , ,

Inilah Besaran Biaya Program Bayi Tabung (IVF)

biaya program bayi tabung

Tak semua pasangan langsung mendapatkan keturunan setelah menikah dan melakukan program. Salah satu usaha yang biasa dilakukan adalah menjalankan program bayi tabung. Biaya program bayi tabung (IVF) pun dinilai cukup mahal karena rangkaian prosedurnya yang cukup panjang.

Tingkat keberhasilan program ini pun akan tergantung dengan kesehatan embrio dan calon ibu. Tak jarang ada yang harus melewati prosedur ini lebih dari sekali hingga berhasil. Berikut ini adalah rangkaian proses yang perlu dilewati calon ibu dan faktor penunjang keberhasilannya.

Biaya Program Bayi Tabung (IVF)

1.   Rangkaian Persiapan

a.     Konsultasi Dokter

Konsultasi dokter merupakan langkah awal untuk menjalankan program bayi tabung. Pihak yang diperiksa lebih diutamakan seorang calon ibu, namun calon ayah juga harus ikut. Sekali konsultasi memakan biaya hingga Rp. 650.000 dan biasanya dilakukan sebanyak 6 pertemuan.

b.     Periksa Lab

Setelah konsultasi, pasangan suami istri juga harus melewati serangkaian pemeriksaan laboratorium. Beberapa hal yang diperiksa baik dari istri dan suami adalah kesehatannya seperti TORCH, sperma, HIV Aids, AMH, dan hepatitis. Biayanya sekitar Rp. 5.000.000.

c.     Meminum Suplemen

Bagian dari rangkaian persiapan bayi tabung adalah meminum suplemen. Anda akan mendapatkan vitamin dan suplemen yang mendukung tingkat kesuburan. Harga vitamin untuk suami berada di kisaran Rp. 2.000.000, sementara untuk istri adalah Rp. 600.000.

2.   Rangkaian Stimulasi

a.     Suntikan Pergoveris

Suntikan ini menstimulasi agar suami dan istri memiliki sel telur dan sperma yang berkualitas. Biaya yang diperlukan untuk menjalankan suntikan ini sekitar Rp. 11.500.00 untuk 4 hari.

b.     Cek Darah

Sekitar 4-5 hari melakukan suntik pergoveris, maka pasangan harus kembali melakukan cek ke dokter untuk melakukan cek darah. Biasanya, biaya yang diperlukan sekitar Rp1.800.000.

biaya program bayi tabung

c.     Pengulangan Suntik Pergoveris

Suntik pergoveris memang dilakukan sebanyak dua kali setelah cek darah pertama. Sekali suntik, biasanya bisa lebih mahal karena dibarengi dengan obat dan biayanya mencapai Rp. 15.000.000.

d.     Suntikan Sebelum Pengambilan Sel Telur dan Periksa Laboratorium

Suntikan ini akan mempengaruhi sel telur nantinya. Biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 600.000. Sementara pemeriksaan laboratorium membutuhkan biaya sekitar Rp. 1.100.000.

3.   Prosedur OPU

OPU merupakan tindakan untuk mengambil sel telur yang nantinya akan dijadikan sel embrio. Tindakan ini menelan biaya sekitar Rp. 37.500.000. Sesudahnya, ada sesi akupuntur dengan biaya Rp. 410.000 per sesi dan dilakukan sebanyak 3 kali.

4.   Transfer Embrio

Setelah sel telur dikembangkan, maka proses selanjutnya adalah transfer embrio. Untuk prosesnya menelan biaya sekitar Rp. 8.500.000. Anda juga perlu mengonsumsi obat-obatan selama dua minggu setelah proses transfer embrio dengan biaya sebesar Rp. 7.500.000.

Baca Juga: 10+ Persiapan Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Faktor Pendukung Program Bayi Tabung IVF

1.   Penanaman Embrio Lebih dari Satu

Faktor yang satu ini banyak dilakukan oleh pasangan untuk meningkatkan level keberhasilan dari bayi tabung. Biasanya, metode ini diadopsi oleh wanita yang memasuki usia di atas 35 tahun. Mereka memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah dari kelas umur di bawahnya.

Berbagai penelitian juga membuktikan bahwa wanita berumur diatas 40 tahun dan menjalani penanaman embrio lebih dari satu memiliki kemungkinan kehamilan yang lebih tinggi. Diskusikan hal ini dengan dokter sehingga mereka pun bisa memproyeksikan kemungkinannya untuk Anda.

2.   Menjaga Pola Hidup Tetap Sehat

Pola hidup yang buruk bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan prosedur bayi tabung. Jauh sebelum prosedur bayi tabung dimulai, maka hentikan konsumsi berbagai makanan atau minuman yang merugikan seperti alkohol atau makanan yang memiliki kadar natrium yang tinggi.

Pola makan yang Anda jalani juga harus diperbaiki. Asupan gizi yang Anda perlukan harus seimbang, baik pihak suami maupun pihak istri. Hindari makanan yang digoreng dengan minyak trans atau seafood mentah karena bisa mempengaruhi kesehatan Anda secara keseluruhan pula.

3.   Mengurangi Kafein

Bagi Anda yang memang seorang pecandu kafein, sebaiknya hindari sedikit demi sedikit sebelum melepasnya secara utuh. Persiapan ibu hamil sebaiknya tidak melibatkan konsumsi kafein sama sekali. Hal ini berpengaruh terhadap program bayi tabung yang Anda jalankan.

Jika Anda memang penikmat kopi berat, mulailah dengan kurangi dosis setiap harinya. Melepas kafein secara langsung malah akan membuat Anda merasa lebih ketagihan. Biaya program bayi tabung (IVF) akan menjadi sia-sia karena 2 mg kafein saja bisa mempengaruhi keberhasilannya.

4.   Olahraga Secara Teratur

biaya program bayi tabung

Kebugaran juga memegang peranan yang penting dalam prosedur bayi tabung. Badan yang sehat membuat seluruh aliran darah dan kinerja organ menjadi optimal. Untuk itu, olahraga harus dilakukan sebelum prosedur program dan berlaku untuk suami dan juga istri.

Jika olahraga dianggap menyita waktu, pastikan jenis olahraganya bersifat ringan. Tidak masalah jika olahraganya hanya sekitar 10-15 menit yang penting badan mengalami peregangan. Jogging juga bisa menjadi solusi olahraga praktis jika Anda tidak menyukai pergi ke gym.

5.   Menjaga Indeks Massa Tubuh

Indeks massa tubuh merupakan perbandingan antara tinggi dan berat untuk mengetahui apakah berat badan kita ideal atau tidak. Indeks massa tubuh bisa dihitung dengan menggunakan kalkulator BMI. Anda akan mengetahui hasilnya secara real time, apakah ideal, kurus, atau gemuk.

BMI memegang peranan yang penting terhadap keberhasilan program bayi tabung. Wanita dan pria yang overweight atau underweight memiliki kualitas sperma dan sel telur yang kurang baik. Wanita di atas 35 tahun yang memiliki masalah BMI juga akan lebih sulit untuk berhasil kehamilannya.

6.   Belajar Mengelola Stres

Stres menjadi faktor penghambat keberhasilan program bayi tabung. Itu sebabnya, Anda perlu mengelola stres sejak sebelum persiapan program. Pasalnya, stres adalah penyebab utama dari ketidaksuburan. Stres juga memicu masalah kesehatan lainnya seperti pencernaan.

Karena perannya yang sangat besar, pengelolaan stres wajib dilakukan terutama saat Anda sudah memulai program. Hindari hal-hal yang memicu stres menjadi lebih parah. Anda bisa menulis, menggambar, atau olahraga untuk meringankan stres.

7.   Mencoba Suplemen

Saat program bayi tabung dijalankan, Anda akan mendapatkan berbagai suplemen dari dokter. Suplemen biasanya berbentuk pil atau kapsul yang mengandung vitamin atau nutrisi yang dibutuhkan agar tingkat kesuburan membaik.

Namun, tak ada salahnya juga jika Anda mencoba suplemen sebelum program dilakukan. Suplemen menjaga kualitas diri dan kesehatan tetap prima. Selain itu, suplemen juga memiliki peran yang besar untuk mendukung kehamilan yang sehat.

8.   Menjalani Akupuntur

Akupuntur merupakan cara tradisional untuk mendapatkan sirkulasi darah yang lancar. Namun, hal ini bekerja secara efektif untuk kesuburan Anda. Aliran darah yang berada di area ovarium dan rahim pun menjadi lebih lancar.

Itu sebabnya, di tengah proses program bayi tabung terdapat proses akupuntur untuk wanita. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan program. Meski begitu, ada baiknya jika Anda juga menjalani akupuntur sebelum proses bayi tabung sehingga kondisi tubuh sudah prima sejak persiapan.

Baca Juga: Pentingnya Terapi Akupuntur Untuk Keberhasilan Program Bayi Tabung

Proses yang dilalui untuk melakukan IVF tidaklah singkat. Selain biaya program bayi tabung (IVF) yang cukup mahal, Anda juga butuh kesabaran ekstra. Ikuti langkah-langkah penunjang yang membuat prosedur ini sukses sehingga kehamilan yang sehat pun bisa Anda dapatkan.

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.