in

Apakah Orang Kurus Bisa Kena Kolesterol Tinggi? Ini Jawabannya!

wooden figure g1bd4ae8eb 1280

Apakah orang kurus bisa kena kolesterol tinggi? Kebanyakan orang berpikir bahwa kolesterol tinggi hanya diidap oleh seseorang yang memiliki tubuh yang gemuk. Padahal faktanya, kolesterol tinggi bisa diderita siapa saja. Ia tidak memandang jenis kelamin, umur, apalagi melihat berat ringannya tubuh si penderita.

Sebagai gambaran, menurut studi di tahun 2008, sekitar seperempat orang di Amerika Serikat yang tidak mengalami kelebihan berat badan, berisiko terserang penyakit berbahaya berupa penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan peningkatan kolesterol jahat.

Pernyataan di atas seolah menegaskan bahwa orang kurus juga bisa terkena kolesterol tinggi. Hal ini juga diamini oleh Peter Toth, Ahli Kardiovaskuler dari CGH Medical Center, Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa kolesterol tubuh tidak mendiskriminasikan bentuk tubuh. Dimana berat badan juga tidak menentukan apakah seseorang akan menderita kolesterol tinggi atau tidak.

Berikut Beberapa Alasan Mengapa Orang Kurus Bisa Kena Kolesterol Tinggi:

1. Mengkomsumsi Makanan Yang Tidak Sehat:

Bukan rahasia lagi jika kebanyakan dari orang yang bertubuh kurus berpikiran kalau semua makanan bisa dikomsumsi. Mereka beranggapan semua makanan yang masuk ke tubuh mereka tidak akan menyebabkan peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh mereka. ‘tubuh saya kurus, tidak ada lemak yang tampak. Tidak mungkin kolesterol jahat saya naik,’ ujarnya sombong.

Padahal faktanya, walaupun badan kita tampak kurus, tapi pada orang yang berbadan kurus bisa tersimpan lemak  di sekitar organ-organ dalam perut namanya adalah lemak viseral. Lemak viseral ini merupakan lemak yang mengitari organ dalam seperti: ginjal, hati, dan limpa.

Lemak viseral ini dapat mengganggu organ hati yang berperan penting dalam metabolisme kolesterol. Jika lemak viseral ini menumpuk akan membuat tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh dan berhubungan penurunan kolesterol baik (HDL).

2. Kurang Aktifitas (Kurang Olahraga):

Alasan selanjutnya mengapa orang kurus bisa kena kolesterol tinggi adalah kurangnya aktifitas. Sama seperti permasalahan di atas, kebanyakan mereka berpikir bahwa olahraga tidak ada gunanya. Dalam pikirannya, apa yang ingin dicapai dengan olahraga? Mau memiliki badan langsing? Tentu mereka sudah mencapainya, bahkan berat badannya di bawah angka ideal.

Kurangnya olahraga menyebabkan orang berbadan kurus mengalami peningkatan asam lemak jenuh. Jika asam lemak jenuh tinggi maka terjadi peningkatan kadar kolesterol di dalam darah orang yang berbadan kurus ini.

3. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat:

Makanan-makanan tidak sehat, merokok, mengkomsumsi alkohol tinggi, kurang istirahat atau tidur, malas bergerak merupakan alasan mengapa orang kurus bisa kena kolesterol tinggi.

4. Stres:

Stres memegang peranan penting dalam peningkatan kolesterol jahat dalam darah. Dalam penelitian terungkap bahwa stres dapat menyebabkan akumulasi glukosa dan asam lemak. Akumulasi ini secara tidak langsung akan meningkatan kadar kolesterol dalam tubuh seseorang, termasuk dalam tubuh seorang yang berbadan kurus.

employee g6b9156cf3 640

5. Gen atau Keturunan:

Alasan lain mengapa orang kurus bisa kena kolesterol tinggi adalah karena faktor keturunan atau gen. Kolesterol diproduksi oleh hati, sedangkan hati dipengaruhi oleh gen tubuh Anda.

Menurut Pharmacy Times, kelainan genetik dapat membuat seseorang cenderung mempunyai kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah.

6. Umur atau Usia:

Orang kurus bisa kena kolesterol tinggi juga dikarenakan pertambahan umur atau usia. Seiring dengan bertambahnya umur, kolesterol juga cenderung mengalami peningkatan. Itulah sebabnya kita disarankan untuk melakukan pengecekan kolesterol sejak usia menginjak 20 tahunan setiap 4-6 tahun. Bila keluarga Anda termasuk dalam golongan kolesterol tinggi, sebaiknya periksa kolesterol sejak dini dan lebih sering lagi.

Baca Juga: Mengapa Pasien Jantung Tidak Boleh Minum Banyak Air?

Dari keenam alasan, mengapa orang kurus bisa kena kolesterol tinggi itu seharusnya membuat kita mawas diri. Kolestrol tidak memandang berat badan seseorang! Untuk itu diperlukan pemeriksaan secara rutin apakah dalam tubuh kita terendap kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dengan cara pemeriksaan darah.

Cara Pemeriksaan Kolesterol:

  • Pemeriksaan kolesterol darah melalui konsultasi dengan dokter.
  • Anda akan diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan kolesterol di laboratorium.
  • Pemeriksaan kolesterol darah umumnya dilakukan pagi hari.
  • Jika dilakukan pemeriksaan kolesterol, pasien akan diminta untuk berpuasa. Lama puasa yang disarankan adalah 9 – 12 jam. Bila Anda ingin periksa kolesterol esok harinya (misalnya tanggal 26/11/2021) sekitar jam 08.00 pagi, berarti malamnya (25/11/2021) Anda harus berpuasa sekitar jam 20.00 – 23.00 malam (umumnya pasien diminta berpuasa pukul 22.00).
  • Pemeriksaan kolestrol bisa melalui pengambilan sampel darah dari ujung jari atau langsung ke pembuluh darah.
  • Tes pemeriksaan kolesterol umumnya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Cara membaca hasil pemeriksaan kolestrol adalah dengan melihat perbandingan hasil dan standarnya. Misalnya: untuk kolesterol jahat (LDL) standarnya adalah: kurang dari 130 mg/dL, jika hasil Anda di atas 190 mg/dL artinya kolesterol jahat Anda meningkat. Untuk kolesterol total standarnya adalah kurang dari 200 mg/dL, jika di atas 240 mg/dL, Anda patut waspada, karena kemungkinan besar kolesterol jahat Anda meningkat.
  • Konsultasikan hasil pemeriksaan kolesterol Anda dengan dokter kepercayaan Anda untuk advis berikutnya.

Cara Menurunkan Kolesterol Jahat Yang Tinggi:

1. Terapkan Hidup Sehat:

Dengan rutin berolahraga minimal 2,5 jam seminggu dan berhenti merokok, minum alkohol, dan tidur minimal 7-8 jam sehari.

2. Mengkomsumsi Makanan Sehat:

Komsumsi ikan dua sampai empat kali seminggu, komsumsi serat dengan makan sayur dan buah, batasi asupan gula, komsumsi lemak tak jenuh (minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dll), makanan yang mengandung biji-bijian, makanan sumber protein, hindari lemak trans (daging sapi, daging kambing, keju, dll), dan hindari makanan tinggi kalori.

cucumber plant g30710b51f 1280

3. Hindari Stres:

Sebuah penelitian menemukan bahwa stres dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah. Itulah sebabnya Anda perlu memanajemen tingkat stres Anda.

4. Komsumsi Suplemen Penurun Kolesterol:

Untuk penggunaan suplemen penurun kolesterol ini sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda. Umumnya suplemen penurun kolesterol mengandung beta glucan dan inulin. Beta glucan merupakan sejenis serat penurun kadar kolesterol jahat dalam darah, sementara inulin merupakan serat larut air. Baca Juga: Diet Sehat Untuk Mengecilkan Perut Buncit

 

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.