in

Apakah Cuci Darah Bisa Sembuh?

Cuci Darah Bisa Sembuh?

Cuci darah banyak dipilih sebagai terapi gagal ginjal, membuat kita bertanya-tanya, apakah cuci darah bisa sembuh? Dalam artian bisakah seseorang yang sudah cuci darah tidak melakukan cuci darah lagi di hari-hari berikutnya? Ataukah cuci darah harus dilakukan terus menerus dan berlangsung seumur hidup.

Pada dasarnya cuci darah atau hemodialisis dapat sembuh atau tidak, tergantung dari kondisi fase penyakit ginjalnya. Apakah gagal ginjalnya masih tahap gagal ginjal akut atau sudah masuk tahap gagal ginjal kronik.

Bila pasien berada dalam fase gagal ginjal akut, umumnya cuci darah bisa di stop atau tidak dilakukan berulang-ulang di hari berikutnya. Cuci darah bisa sembuh karena gagal ginjal akut ini  biasanya berasal dari penyakit jantung, efek samping obat, adanya gangguan pada kandung kemih, dan kurangnya pasokan darah ke ginjal.

Gagal Ginjal Akut Ini Dikelompokkan Berdasarkan Lokasi Pada Saluran Kemih, Yaitu:

Gagal ginjal akut pre renal atau tahap sebelum masuk ginjal, biasanya terjadi di luar ginjal, seperti: pada organ jantung, hati, maupun usus. Pada tahap pre renal ini hemodialisis atau cuci darah bisa sembuh,  jika masalah di organ luar ginjal ini telah terasi.

Gagal ginjal renal, biasanya cuci darah atau hemodialisis hanya bersifat sementara. Kalau akar permasalah di ginjal yaitu: toksin atau racun yang diakibatkan oleh efek samping obat bisa dihentikan, maka cuci darah tidak lagi diperlukan. Perlu diketahui biasanya penyebab dari gagal ginjal renal ini adalah komsumsi obat anti nyeri yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang tidak rasional.

Gagal ginjal post renal, terakhir cuci darah akan sembuh atau dihentikan, bila dokter mengambil tindakan akan memberishkan batu-batu di saluran kemih yang menyumbat atau bisa juga dengan pembuatan saluran baru agar saluran setelah ginjal menjadi lancar.

Baca Juga: Cara Mengobati Penyakit dengan Pengobatan Tradisional, Apa Kelebihannya?

Bagaimana dengan gagal ginjal kronik? Apakah cuci darah bisa sembuh? Ataukah cuci darah harus dilakukan berulang sepanjang hidup?

Seperti kita ketahui cuci darah merupakan sebuah tindakan yang dilakukan untuk membersihkan darah dari zat-zat sampah atau limbah dari dalam tubuh. Dimana umumnya, hemodialisis dilakukan pada pasien yang mengalami kerusakan pada ginjalnya.

Bila pada gagal ginjal akut, cuci darah bisa bersifat sementara dikarenakan gagal ginjal akut disebabkan oleh faktor luar ginjal, maka pada gagal ginjal kronik biasanya kerusakan atau malfungsi berasal dari ginjal itu sendiri.

Padahal seperti kita ketahui salah satu fungsi dari ginjal bagi tubuh kita adalah sebagai organ penyaring darah dari berbagai racun di dalam tubuh. Bisa dibayangkan, jika organ penting ini tidak berfungsi bahkan rusak?

Cuci Darah Bisa Sembuh?

Ketika organ ginjal ini rusak, maka racun maupun limbah akan menumpuk dalam darah, tidak ada lagi organ tubuh yang menyaring darah, tidak ada lagi yang mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh, tidak ada yang mengatur tekanan darah, dan tidak ada yang mengatur keseimbangan asam basa (pH) darah. Maka rusaknya ginjal ini akan mempengaruhi kinerja organ-organ tubuh lain, seperti: jantung, hati, paru, bahkan otak.

Menurut National Kidney Foundation, pasien dengan gagal ginjal kronik sekitar 85 persen fungsi ginjalnya menurun. Itulah sebabnya cuci darah pada gagal ginjal kronik sangat di sarankan. Hal ini dikarenakan cuci darah yang dilakukan di luar tubuh ini dapat menggantikan fungsi ginjal yang sangat besar pengaruhnya buat tubuh.

Pasien yang mengalami gagal ginjal kronik, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Dikarenakan organ ginjal yang telah rusak tidak bisa kembali normal seperti sediakala. Itulah sebabnya penderita gagal ginjal kronik mesti menjalani cuci darah terus menerus sepanjang hidup mereka.

Tindakan cuci darah adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membantu tugas organ ginjal dengan bantuan alat agar tetap bisa berkerja. Walaupun alat cuci darah ini tidak bisa menggantikan fungsi ginjal seutuhnya, tetapi prosedur tindakan ini dapat membantu ginjal dalam membuang limbah atau racun dari tubuh kita.

doctor g8e37ce3ad 640
Cuci Darah Bisa Berlangsung Seumur Hidup

Umumnya cuci darah pada pasien gagal ginjal kronik membutuhkan setidaknya satu sampai tiga kali cuci darah atau hemodialisis setiap minggunya. Dimana jadwal cuci darah ini disesuaikan dengan fungsi ginjal dan kondisi pasien itu sendiri.

Apa efek yang terjadi jika pasien gagal ginjal kronik tidak melakukan tindakan cuci darah? Pasien umumnya akan merasakan gejala gelisah, sesak nafas, kekurangan darah, bahkan hingga terjadi penurunan kesadaran.

Apa tindakan yang mesti dilakukan jika pasien gagal ginjal kronik ingin berhenti cuci darah sepanjang hidupnya? Anda mungkin bisa memikirkan terapi lain yaitu: melakukan transplantasi ginjal. Transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal merupakan suatu tindakan mengganti ginjal yang telah rusak dengan ginjal donor yang masih dalam kondisi baik. Setelah melakukan tindakan ini, Anda biasanya akan tetap dikontrol dengan obat-obatan yang mesti dikomsumsi seumur hidup.

Kesimpulan artikel ini adalah tidak semua kasus gagal ginjal harus dilakukan tindakan cuci darah seumur hidupnya. Ada beberapa kasus cuci darah bisa sembuh atau tidak perlu dilakukan berulang kali lagi, tapi pada kasus tertentu seperti gagal ginjal kronik (tahap lanjut) cuci darah mesti dilakukan terus menerus sepanjang hidup. Tapi, apabila Anda tidak ingin melakukan cuci darah atau hemodialisis seumur hidup, Anda perlu memikirkan untuk melakukan tindakan bedah tranplantasi ginjal.

 

 

 

What do you think?

Written by Edy Irawan

Seorang Perawat Yang Gemar Menulis Dan Membaca Buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.